Tampilkan postingan dengan label Main. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Main. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 April 2010

PSBI kalah berarti tersingkir piala indonesia 2010


Selamat Membaca Postingan PSBI kalah berarti tersingkir piala indonesia 2010
 
PSBI tersingkir dari kancah Piala Indonesia 2010 setelah dipermalukan Persibo Bojonegoro di kandang sendiri, Stadion Soeprijadi Blitar. Laskar Singolodro satu group dengan PERSIK Kediri, Persitara Jakarta Utara dan Persibo Bojonegoro hanya mampu memetik kemenangan atas Persitara dan itu tidak bisa menolong untuk terus melenggang ke babak berikutnya.
 
Menghadapi Persibo Bojonegoro, PSBI terlihat loyo, kurang greget dan sering kali salah umpan  nampak jelas seperti kehilangan konsentrasi dan komunikasi antar pemain. Padahal pada laga tersebut, PSBI harus membukukan kemenangan untuk terus bisa melangkah ke babak berikutnya. Kondisi demikian mampu dimanfaatkan oleh pasukan Persibo dengan menorehkan sebuah goel tunggal ke jala Arif Musafak keeper PSBI.

Diakhir babak ke II tatkala laskar Singolodro tinggal 10 orang karena Bambang Sulistyo mendapat kartu Merah mencoba melakukan serangan, kemudian terjadi handball di kotak pinalti oleh pemain belakang Persibo, namun wasit tidak melihat itu sebagai handball. Akibatnya anak-anak PSBI protes kepada wasit karena menurut mereka seharusnya mendapat hadiah pinalti. Akhirnya protes tersebut berbuntut aksi dorong disusul lemparan botol-botol minuman ke arah wasit oleh penonton. Keributan tidak bisa dihindari lagi, setelah beberapa saat akhirnya diumumkan bahwa pertandingan saat itu termasuk post major yang tidak mungkin dilanjutkan lagi

Sabtu, 27 Maret 2010

PSBI Menang lawan PERSEMAN


Selamat Membaca Postingan PSBI Menang lawan PERSEMAN
Kekalahan beruntun ketika Laskar Singo Lodro meluruk ke Bojonegoro dan Mojokerto untuk sementara dapat dibalut dengan perban kemenangan setelah Laskar Singo Lodro berhasil menundukkan kesebelasan Perseman dari Manukwari dengan skor 3-2 di Stadion Soeprijadi Kota Blitar.

Perjalanan PSBI dikancah Divisi Utama masih terseok-seok dan harus banyak berbenah. Bahkan bila ceroboh, PSBI akan turun kasta ke Divisi I lagi. Saat ini PSBI masih ada satu pertandingan sisa yaitu menjamu PERSIRAM Raja Ampat yang merupakan pemegang klasemen puncak divisi utama group III.

Jalannya pertandingan antara PSBI menghadapi PERSEMAN cukup keras. Kedua belah pihak mendapat 1 kartu merah, dan kedua pemain dari masing-masing keseblasan yang dikartu merah tersebut merupakan sama-sama pemain belakang.

Insiden pemukulan wasit tidak terelakkan lagi, sesekali terjadi saling dorong penuh emosi antar pemain. Keseluruhan pertandingan boleh dikatakan cukup keras. Stamina laskar Singo Lodro kedodoran di akhir-akhir babak II, sementara pasukan dari Manokwari masih terlihat cukup prima.
 
Di sisi lain, santernya kabar kekerasan di hampir setiap pertandingan sepak bola Indonesia harusnya menjadi perhatian setiap insan pecinta sepak bola, apa lagi PSBI Blitar didirikan jauh sebelum Indonesia Merdeka, yakni pada tahun 1928, bila mau berfikir jernih PSBI harusnya mampu menjadi tauladan dalam hal fair play. Begitu juga bagi para pemain ke 13 PSBI yaitu para supporter, untuk segera memposisikan diri secara wajar dengan kesadaran tinggi membangun citra yang berkharisma bagi nama harum Blitar kutho tjilik kang kawentar.
 
Bravo PSBI !

Jumat, 26 Maret 2010

PSBI gagal curi poin


Selamat Membaca Postingan PSBI gagal curi poin
Kekalan kembali di raih laskar singo lodro dalam laga tandang menghadapi tuan rumah PSMP mojokerto di stadion GAJAH MADA mojosari,dalam laga derby jatim 22 maret 2010 kemaren ,di babak pertama pertandingan berjalan seru dan menarik akan tetapi pertandingan baru berjalan 2 menit PSMP mendapat hadiah penalti,penalti di peroleh karna salah satu pemain psbi ad yang menyentuh bola di area terlarang,beruntung tendangan penalti evaldo berhasil diblog penjaga gawang psbi  Arif Musyafak peluang dmi pluang PSMP juga dapat di patahkan pemain belakang PSBI blitar,kedudukan 0-0 bertahan sampai babak pertama usai,di babak 2 serangan demi serangan di bangun PSMP membuat lini belakang PSBI bekerja keras menghalau gempuran dari lini depan PSMP,dan sebaliknya PSBI hanya mengandalkan serangan balik,alhasil PSBI mempnyai 2 peluang untuk menyamakan kedudukan apabila gol dari Bambang pj dan  M.arifin akan tetapi ke dau gol tarsbut di anulir wasit karena di anggap opsait, petaka dialami PSBI pada menit ke 55 ketika tanpa sengaja  pemain PSBI menjatuh kan pemain PSMP di kotak pinalti alhasil wasit menunjuk titik penalti ,esekusi yang kedua olel evaldo berhasil mengoyak gawang PSBI blitar selang 3 menit orrok carles menyumbangkan 1 gol  tendangan dari sudut sempit itu tidak dapat di blok  oleh penjaga gawang PSBI,dalam laga tersbut pertandingan di hentikan sekitrar menit ke 60 karena kondisi lapangan yang digenangi air sehingga pertandingan tidak dapat di lanjutkan , dalam laga ini pelatih menganggap kepemimpinan wasit terlalu membela tuan rumah " liat kedua gol tadi kan itu jelas gak opsait tapi kenapa wasit menganulir gol tersebut "ungkap yudi suryata, dalam laga tersebut psbi mempunyai 15 menit waktu normal dan seharusnya dilanjutkan besok pagi di tempat yang sama akan tetapi pihak PSBI menolak karna merasa di kerjain oleh wasit"kita tetap kalah walaupun dilanjutkan besok pagi dan dapat mempengaruhi kondisi kita lebih baik kita optimalkan dan mempersiapkan  home kita melawanPERSIRAM " ujar Totok